Diskusi Cimahi – Berantas premanisme narkotika menjadi prioritas utama AKBP Niko N. Adi Putra sejak tujuh bulan lalu ketika ia kembali memimpin Polres Cimahi. Ia langsung meninjau situasi keamanan di wilayah Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk merumuskan langkah cepat dan tepat. Ia ingin memastikan masyarakat merasakan rasa aman yang nyata, bukan sekadar wacana.

Dalam periode tersebut, AKBP Niko meluncurkan beberapa program strategis yang menyasar akar persoalan keamanan. Ia mengarahkan jajarannya untuk memperkuat tindakan represif terhadap para pelaku premanisme, terutama yang sering memanfaatkan titik keramaian seperti pasar, terminal, dan kawasan perdagangan. Ia juga mendorong patroli rutin di wilayah rawan untuk memutus ruang gerak kelompok yang kerap memeras masyarakat.
Baca Juga : Pelayanan Publik Prima dan Keamanan Bawa Kapolres Cimahi Raih detikJabar Awards
Selain itu, AKBP Niko memperketat penanganan kasus narkotika. Ia menetapkan target yang jelas kepada personel agar mereka mampu mengungkap jaringan peredaran narkoba, bukan hanya menangkap pengguna di lapangan. Ia menggalang kolaborasi dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan komunitas lokal untuk memperluas edukasi bahaya narkoba. Upaya ini memperkuat langkah pencegahan, terutama di kalangan remaja yang rentan terhadap pengaruh buruk lingkungan.
Dalam berbagai kesempatan, AKBP Niko menegaskan bahwa Polres Cimahi harus hadir sebagai institusi yang melindungi masyarakat. Ia membangun hubungan komunikatif dengan warga agar mereka berani melapor ketika menghadapi tindakan kriminal. Ia juga melibatkan Babinkamtibmas untuk menjembatani informasi dari desa dan kelurahan, sehingga berbagai potensi kriminalitas dapat dicegah sejak dini.
Rangkaian program tersebut mulai menunjukkan perubahan positif. Warga Cimahi dan KBB kini merasakan peningkatan rasa aman karena polisi bergerak secara lebih responsif dan humanis. Langkah tegas AKBP Niko tidak hanya menekan angka kriminalitas, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap Polres Cimahi. Dengan terus menguatkan strategi ini, berantas premanisme narkotika akan tetap menjadi pijakan utama dalam menjaga keamanan wilayah.





