CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah konkret untuk menekan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan melalui Gerakan Tanam Cabai di Lahan Pertanian (GERTAM PARTI). Program ini berlangsung di RW 21, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara. Pemerintah ingin masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia sehingga ketergantungan pada pasokan cabai luar daerah dapat berkurang.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa tim menanam cabai di lahan seluas sekitar 18 hektare dan melibatkan RW 21, RW 19, RW 12, dan RW 13. Ia berharap langkah tersebut mampu memperkuat ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Pemkot Cimahi Fokus Ketahanan Keluarga, Peringati HKG PKK
Dinas Pangan dan Pertanian Cimahi juga memberikan dukungan melalui penyediaan benih cabai, mulsa, serta pelatihan teknis. Dengan bantuan ini, para petani memperoleh sarana dan pengetahuan yang lebih baik untuk mengembangkan usaha mereka.
Hasil panen akan mengisi kebutuhan pasar tradisional di Cimahi. Selain itu, sebagian produksi akan membantu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ngatiyana ingin distribusi hasil panen tersebut ikut menekan harga cabai agar masyarakat memperoleh harga yang lebih terjangkau.
Kondisi lahan pertanian di Cimahi cukup terbatas, terutama karena jumlah penduduk yang padat. Namun pemerintah tetap berupaya memaksimalkan ruang yang ada untuk kegiatan pertanian. Pemerintah juga mengajak masyarakat ikut terlibat agar produksi cabai lokal terus meningkat.
Inovasi pertanian menjadi strategi penting untuk mengatasi minimnya lahan. Pemerintah bekerja sama dengan kelompok tani agar program berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan. Harapannya, gerakan ini memberi manfaat ekonomi bagi petani sekaligus menekan inflasi daerah.
Baca Juga: Wawalkot Cimahi Dorong Perkuat Profesionalisme Jurnalis Televisi
Salah satu petani, Uden Mulyadi, menjelaskan bahwa GERTAM PARTI melibatkan Kelompok Tani Milenial yang berisi sekitar 36 petani. Kelompok ini menanam cabai keriting dan cabai rawit secara bersama-sama. Ia memastikan para petani terus memperkuat pengetahuan mereka agar hasil panen mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.





