, ,

Gemuruh Tepuk Tangan Sambut Kemenangan Pasanggiri Jaipong 2025 di Cimahi

oleh -604 Dilihat

Pasanggiri Jaipong 2025 Cimahi: Wujud Nyata Menumbuhkan Cinta Budaya Lokal di Hati Generasi Muda

Diskusi Cimahi-  Gemuruh tepuk tangan memecah konsentrasi ruang. Namun, sorot mata mereka, para penari cilik dari berbagai penjuru Kota Cimahi, justru semakin tajam dan penuh percaya diri. Dengan gerakan enerjik, lincah, dan senyum yang merekah, mereka menguasai panggung Pasanggiri Jaipong 2025. Irama kendang yang menghentak seakan menyatu dengan detak jantung mereka, membawakan kisah kegembiraan dan kebanggaan akan warisan leluhur.

Kesenian dan kebudayaan tradisional bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan nafas yang menghidupi jati diri bangsa. Ia adalah literasi hidup yang mengajarkan nilai-nilai, sejarah, dan filosofi kehidupan. Dalam semangat menjadikan warisan berharga ini sebagai sumber kebanggaan nasional, Kelompok Kerja Jurnalis Nasional (KKJN) kembali sukses menyelenggarakan Pasanggiri Jaipong ke-6 tingkat Sekolah Dasar (SD) pada 11-12 Oktober 2025.

Lebih dari Sekadar Lomba, Ini Adalah Gerakan Budaya

Mengusung tema yang menggugah, “Melestarikan Seni Budaya Adalah Turut Menjaga Martabat Bangsa,” ajang ini jauh lebih dalam dari sekadar kompetisi. Ia adalah sebuah gerakan kultural yang menanamkan benih kecintaan pada akar budaya sejak dini. Bertempat di Pendopo DPRD Kota Cimahi yang sarat akan nuansa klasik dan tradisional, event ini menjadi magnet bagi ratusan siswa, guru, orang tua, dan pecinta seni.

Seni Tari Jaipong Kembali Bersinar Lewat Merdeka Fest #3 Pasanggiri Jaipong Kota Cimahi 2025

Baca Juga: Sebuah Respons Cepat Pertamina Padamkan Kebakaran Mobil di SPBU Cimahi

Pasanggiri (yang dalam bahasa Sunda berarti ‘pertandingan’ atau ‘festival’) kali ini bukan hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga Piala Bergilir Wali Kota Cimahi yang menjadi simbol prestisius bagi sekolah yang mampu mencetak generasi penerus seni Jaipong terbaik.

Jaipong: Jantungnya Identitas Budaya Sunda di Tangan Generasi Z

Tari Jaipong, yang lahir dari kreativitas maestro Gugum Gumbira, adalah sebuah mahakarya yang memadukan unsur-unsur tradisi ketuk tilu, pencak silat, dan topeng banjet. Ia dikenal dengan gerakannya yang dinamis, enerjik, dan penuh semangat. Menyaksikan Jaipong ditarikan oleh anak-anak SD adalah sebuah pemandangan yang mengharukan sekaligus membanggakan. Mereka, yang lahir dan besar di era digital, justru menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menguasai seni tradisi yang kompleks.

Seorang peserta dari SDN Cimahi Mandiri 5, Siti (10), dengan wajah masih dipenuhi bedak dan riasan khas penari, berbagi cerita. “Awalnya susah banget latihannya, kak. Gerakannya cepat dan harus kompak sama teman-teman. Tapi sekarang jadi suka! Rasanya senang banget bisa menari di atas panggung besar,” ujarnya dengan mata berbinar. Kisah Siti adalah cerminan dari ribuan anak lainnya yang melalui proses ini tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja sama tim, dan kepercayaan diri.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.