Cimahi Membangun Hijau: Kolaborasi Nyata Pemkot dan Kampus Raih Penghargaan LLDIKTI atas Inovasi Tangani Sampah
Diskusi Cimahi– Langkah progresif Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dalam membangun kota yang bersih dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan dunia akademik mendapat pengakuan tingkat regional. Pada Selasa, 21 Mei 2025, dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Pemkot Cimahi resmi dinobatkan sebagai penerima penghargaan Mitra Kerja Sama Terbaik.
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, kepada Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam acara yang berlangsung di Kabupaten Bandung Barat. Penghargaan ini bukan sekadar piagam, melainkan sebuah pengakuan atas komitmen dan inisiatif strategis Pemkot Cimahi dalam menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra sentral pembangunan kota.
Sinergi Ilmu dan Aksi: Kunci Kesuksesan Cimahi
Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Wali Kota Ngatiyana tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Hari ini Pemkot Cimahi menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi melalui LLDIKTI Wilayah IV, yang mana Kota Cimahi menjadi pemerintah yang bekerjasama sebagai mitra terbaik. Alhamdulillah, atas penghargaan ini berkat kerjasama yang baik dengan perguruan tinggi di Kota Cimahi,” ujarnya dengan penuh semangat.

Baca Juga: Dalam Rangka Tekan Angka Kecelakaan, Polres Cimahi Genjot Sosialisasi ke Generasi Muda
Ngatiyana menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa persoalan kota, khususnya yang kompleks seperti sampah, tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan konvensional saja. Diperlukan terobosan, inovasi, dan pendekatan berbasis data serta ilmu pengetahuan, yang semuanya dapat diakses melalui kemitraan dengan akademisi.
Fokus pada Persampahan: Dari Riset hingga Aksi Nyata
Salah satu pilar utama kolaborasi yang diapresiasi LLDIKTI adalah penanganan persampahan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Pemkot telah membangun kerja sama yang erat dan multidimensi dengan tujuh perguruan tinggi yang ada di Cimahi.
Kolaborasi ini tidak hanya sekadar program seremonial, tetapi telah menjangkau berbagai aspek, di antaranya:
-
Pengembangan Model Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas: Perguruan tinggi membantu merancang dan mengimplementasikan model pengelolaan sampah yang partisipatif, disesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat di setiap kelurahan. Pendekatan dari akar rumput ini dianggap lebih efektif dan berkelanjutan.
-
Riset Perilaku Warga: Sebelum menentukan kebijakan, Pemkot Cimahi didukung oleh riset mendalam dari kampus-kampus untuk memahami pola pembuangan, pengetahuan, dan sikap warga terhadap sampah. Data ini menjadi fondasi yang kuat dalam menyusun strategi komunikasi dan program edukasi yang tepat sasaran.
-
Kampanye Pemilahan dan Daur Ulang yang Massive: Mahasiswa dan dosen turun langsung menjadi agen perubahan di masyarakat. Mereka menggalakkan kampanye pemilahan sampah dari sumbernya, serta mendorong gerakan daur ulang dan pengomposan. Energi muda dan kreativitas kampus memberikan napas baru dalam gerakan kebersihan.
“Alhamdulillah dengan 7 perguruan tinggi yang ada di Kota Cimahi bergerak bersama Pemkot Cimahi. Sehingga bisa menjawab bagaimana mengatasi tantangan masalah sampah bisa terselesaikan dengan sebaik-baiknya,” jelas Ngatiyana, menekankan kekuatan gerakan kolektif ini.





