, ,

Sebuah Loncatan Sejarah: Dari Setir Mikrolet ke Kursi Wali Kota, Ini Perjalanan Hidup Ngatiyana

oleh -927 Dilihat

Dari Setir Mikrolet ke Balai Kota: Kisah Inspiratif Ngatiyana, Wali Kota Termiskin Jawa Barat yang Kini Pimpin Cimahi

Diskusi Cimahi– Sebuah babak baru kepemimpinan resmi dimulai di Kota Cimahi. Ngatiyana, nama yang kini menjadi buah bibir, telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari lalu sebagai Wali Kota Cimahi untuk periode 2025-2030. Kemenangannya dalam Pilkada 2024 terasa lega; diraih dengan 121.108 suara tanpa sedikitpun sengketa yang harus dibawa ke Mahkamah Konstitusi. Namun, di balik jas dan dasi kebesarannya hari ini, tersimpan sebuah perjalanan hidup yang luar biasa: dari sopir mikrolet dan kernet, menjadi seorang Letnan Kolonel TNI, hingga akhirnya memimpin sebuah kota dengan status sebagai kepala daerah “termiskin” di Jawa Barat.

Visi dan Komitmen untuk Cimahi yang “MANTAP”

Usai pengambilan sumpah, Ngatiyana tidak lama berpangku tangan. Dengan penuh semangat, ia segera menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan visi “Cimahi MANTAP”, sebuah akronim yang sarat makna: Maju, Agamis, Nyaman, Teladan, Aman, dan Produktif. Visi besar ini akan diwujudkan melalui 17 program prioritas yang menjadi misi pemerintahannya.

“Kegiatan yang baik akan kami lanjutkan dan tingkatkan. Kami akan menjadikan Cimahi Campernik tidak hanya sebagai kota kecil, tapi kota yang unik dan menarik, serta dapat mewujudkan visi Cimahi Mantap beserta 17 program prioritas,” tegas Ngatiyana dalam pernyataannya.

Sebuah Loncatan Sejarah: Dari Setir Mikrolet ke Kursi Wali Kota, Ini Perjalanan Hidup Ngatiyana
Sebuah Loncatan Sejarah: Dari Setir Mikrolet ke Kursi Wali Kota, Ini Perjalanan Hidup Ngatiyana

Baca Juga: Gelombang Akhir Pemutihan Pajak Serbu Samsat Cimahi, 126 Ribu Kendaraan Manfaatkan Program

Di awal masa kerjanya, ia bersama Wakil Wali Kota, Aditya Yudisthira, telah menyiapkan strategi untuk menangani dua masalah utama: penanganan sampah dan wacana perluasan wilayah Kota Cimahi, yang akan dikoordinasikan langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Bukan Wajah Baru di Pemerintahan Cimahi

Bagi warga Cimahi, sosok Ngatiyana bukanlah seorang pendatang baru. Dedikasinya untuk kota ini telah tercatat dalam beberapa periode. Pada 2017-2022, ia setia mendampingi Ajay Muhammad Priyatna sebagai Wakil Wali Kota. Pengalaman puncaknya sebagai pemimpin terjadi ketika ia dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi dari 16 Agustus hingga 22 Oktober 2022. Pengalaman inilah yang mungkin menjadi bekal berharga baginya untuk kini memegang tampuk pimpinan secara penuh.

Sebuah Perjalanan Panjang Penuh Perjuangan: Dari Mikrolet ke PT Dirgantara

Lahir di Yogyakarta pada 5 Juli 1961, jalan hidup Ngatiyana adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah dapat mengubah takdir. Setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Teknik Menengah (STM) Bantul, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta, mengikuti jejak kedua kakaknya.

Demi menyambung hidup, berbagai pekerjaan kasar dilakoninya. Ia pernah menjadi sopir mikrolet, mengelilingi sudut-sudut ibu kota. Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi sopir truk dan kernet, merasakan langsung kerasnya kehidupan di jalanan. Pekerjaan-pekerjaan ini bukanlah hal mudah, namun justru mengasah ketangguhan dan kedekatannya dengan rakyat kecil.

Titik balik kehidupannya datang pada 1982. Saat itu, ia memberanikan diri melamar ke PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio, yang kini dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia (PT DI), sebuah BUMN bergengsi di bidang dirgantara. Luar biasanya, ia lulus seleksi dan diterima sebagai karyawan. Lompatan dari sopir mikrolet ke karyawan BUMN bergengsi adalah sebuah pencapaian yang spektakuler.

Namun, jiwa pejuangnya belum puas. Pada 1983-1984, Ngatiyana mengambil kesempatan baru dengan mendaftar menjadi prajurit TNI melalui jalur Militer Sukarela (Milsuk). Ia mengikuti pendidikan Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI AD dan lulus dengan pangkat Sersan Dua (Serda). Dari sinilah karier militernya dimulai, sebuah perjalanan panjang yang ditutupnya dengan hormat dengan pangkat Letnan Kolonel Infantri (Purn.).

Kepala Daerah “Termiskin” yang Kaya Pengalaman

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat di elhkpn.kpk.go.id, total kekayaan Ngatiyana adalah sebesar Rp 2,6 miliar. Angka ini menjadikannya salah satu kepala daerah dengan kekayaan terendah di Jawa Barat. Kekayaannya tersebut terdiri dari:

  • 10 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 2,1 miliar.

  • 3 unit alat transportasi dan mesin senilai Rp 455 juta.

  • Kas dan setara kas sebesar Rp 3,7 juta.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.