Cimahi – Kementerian Haji dan Umrah Kota Cimahi memulai Seleksi PPIH Cimahi 2026 melalui tahap pertama di KBIHU Darul Muttaqin pada Kamis, 4 Desember 2025. Sebanyak 73 peserta hadir mengikuti proses seleksi. Kepala Kemenag Cimahi, Baiq Raehanun Ratnasari, turut memantau jalannya kegiatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cimahi, Nandang Rahayu, menyampaikan bahwa seleksi tahap pertama berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan dimulai pukul 08.00 dan langsung berlanjut ke sesi Computer Assisted Test (CAT). Peserta mengerjakan soal menggunakan gawai Android dan memperoleh nilai segera setelah tes selesai.

Kuota Penugasan Kini Ditentukan oleh Peringkat Provinsi
Nandang menjelaskan perubahan mekanisme seleksi tahun ini. Pemerintah pusat tidak lagi menentukan kuota berdasarkan kabupaten atau kota. Kelulusan peserta kini bergantung pada peringkat nilai di tingkat provinsi. Dengan sistem baru ini, Cimahi berpeluang meraih lebih banyak petugas dibanding tahun lalu, ketika hanya dua orang yang lolos sebagai TPIH dan TPHI.
Peserta Datang dari Berbagai Instansi
Peserta seleksi berasal dari beragam instansi, seperti Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, perangkat daerah, serta masyarakat umum. Nandang mengingatkan bahwa peserta yang sudah mengikuti seleksi selama tiga tahun berturut-turut tidak dapat mendaftar lagi. Aturan tersebut mulai berlaku sejak 2022.
Tiga Kategori Penugasan yang Dinilai
Tahap seleksi mencakup tes wawasan dan pemeriksaan kesehatan sesuai kategori penugasan. Peserta dapat memilih tiga jenis tugas, yaitu:
-
Ketua Kloter
-
Pembimbing Ibadah
-
Petugas Non-Kloter
Untuk kategori petugas non-kloter yang bertugas di Arab Saudi, pemerintah pusat akan menetapkan hasil akhirnya. Tim pusat juga memantau proses seleksi melalui Zoom Meeting untuk memastikan keseragaman pelaksanaan di seluruh Indonesia.
Harapan agar Peserta Menjaga Profesionalisme
Nandang berharap seluruh tahapan Seleksi PPIH Cimahi 2026 berjalan tertib dan objektif. Ia menegaskan bahwa petugas yang lolos harus memiliki dedikasi tinggi dalam melayani jemaah haji.
Kepala Kemenag Cimahi, Baiq Raehanun, juga menekankan pentingnya profesionalitas. Ia mengingatkan peserta bahwa petugas haji harus mengutamakan pelayanan kepada jemaah, bukan kepentingan pribadi. Ia berharap para petugas tahun 2026 mampu bekerja maksimal baik di kloter maupun di Arab Saudi.





